Wednesday, October 27, 2010

Laporan: Iran Mungkin Balas Larangan Pengisian Bahan Bakar Oleh Eropa

Author: yahoo.com

Job Vacancy, Indonesia Job, Job Indonesia

Teheran (ANTARA/Reuters) - Menteri Luar Negeri Iran, Manouchehr Mottaki, memperingatkan negara-negara Eropa pada Selasa bahwa Iran mungkin melakukan pembalasan serupa atas penolakan mereka memberi izin pengisian bahan bakar bagi pesawat Iran akibat sanksi Amerika Serikat, menurut satu kantor berita.
Iran, yang berseteru dengan Barat karena soal program nuklirnya, dilanda gelombang baru sanksi internasional karena kegiatan pengayaan uranium.
Barat takut kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana untuk membangun bom nuklir, satu tuduhan yang dibantah oleh Teheran.
"Kami telah memberi peringatan seperlunyaa dan jika situasi saat ini tidak diperbaiki di beberapa ibu kota Eropa, mereka akan menerima aksi balasan dari Iran," kata Mottaki yang dikutip kantor berita Fars, tanpa memberi rincian.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada Juli menandatangani sanksi-sanksi baru atas Iran yang bertujuan menekan impor bahan bakar Iran tetapi juga akan menimpa perusahaan asing yang melakukan bisnis dengan Teheran.
Seorang juru bicara bandara Hamburg membenarkan pada Juli bahwa dua pesawat Iran tinggal landas dari satu bandara Jerman tanpa mengisi bahan bakar dan laporan-laporan lain menyebutkan pesawat-pesawat Iran ditolak mengisi bahan bakar di Jerman, Inggris dan satu negara Teluk Arab.
Undang-undang AS itu akan menghukum setiap perusahaan di dunia yang mengekspor bensin atau produk minyak yang disuling ke Iran.
Tapi Washington tak menjelaskan apakah sanksi-sanksi barunya bertujuan membolehkan perusahaan-perusahaan menolak mengisi bahan bakar pesawat Iran di bandara di negara-negara ketiga.
Perusahaan-perusahaan minyak seperti Shell mengatakan mereka akan mematuhi sanksi-sanksi AS itu.
Iran merupakan produser minyak mentah dan anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Tapi negara itu harus mengimpor beberapa produk minyak yang diolah untuk memenuhi kebutuhan domestik akibat terbatasnya kapasitas.

No comments:

Post a Comment